Selasa, 05 Mei 2015

Jual Kitkat Greentea dan Oreo Matcha Termurah!!


Hello greentea lovers!!

Aku jual oleh-oleh khas jepang dengan harga murah meriah nih :D

☆Kitkat greentea isi 9 harga 52,000
☆Oreo Bits rasa greentea latte harga 30,000
☆ Kitkat special edition rasa Apple Pie and Carrot isi 12 harga 80,000(≧▽≦)

Oh iya, khusus kitkat rasa apple pie and carrot, jarang2 loh diproduksinya, soalnya edisi spesial ^^

Mau beli?
Sms/WA ke 087880755667
Atau line ke berlian.nainggolan

COD sekitar depok atau bisa dikirim lewat JNE ^^

Minggu, 01 Februari 2015

PK - Ngakak sambil Mikir

from http://im.rediff.com/movies/2014/sep/17pk-poll3.jpg

I’ve just watched PK and my first impression was “damn, it’s so inspiring!”
PK sendiri sebenernya kepanjangan dari Peekay (bahasa India) yang artinya mabuk.
Sinopsisnya, film ini menceritakan tentang alien yang datang ke bumi untuk riset. Alien ini bentuknya mirip manusia (yaiyalah, yang jadi aliennya aja Aamir Khan wkwkwk). Alien ini punya alat untuk meminta planetnya menjemputnya pulang. Benda tersebut berbentuk kalung besar.

Eh sialnya, baru juga ketemu satu manusia di bumi, kalungnya malah dicuri oleh manusia pertama yang ia lihat. Alien ini berusaha buat mencari kalungnya agar bisa pulang ke rumah. Dalam usaha pencariannya, Alien ini perlu mempelajari bahasa dan perilaku manusia. Ia bertanya pada polisi dan orang-orang yang ia temui mengenai keberadaan kalungnya, namun jawaban semua orang sama, “Mana aku tahu, tanya aja sama Tuhan, dasar Peekay (mabuk).”

from http://data1.ibtimes.co.in/en/full/547512/makign-char-kadam-pk.jpg
Ternyata eh ternyata, si alien ini beneran takes that words literally. Dia sangka namanya beneran PK, dan dia cari Tuhan buat nanya keberadaan kalungnya. DIa coba beli patung terus disembah, coba segala agama yang ada, but hasilnya nihil. Nah sembari si PK ini mencari Tuhan untuk menanyakan kalungnya, dia mempertanyakan prinsip2 dalam agama yang bener2 menggelitik hati dan pikiran orang-orang, termasuk gue. Mau tau cerita lengkapnya? Ya tonton sendiri lah ya. hahaha :P

Hal yang gue lihat dari sosok PK adalah sosok yang seriously and literally and purely cari Tuhan. Bener2 kocak saat dia udah ngasih sesajen mahal2 di kuil, eh ternyata ga dapet kalungnya, terus dia protes “Tuhan, kan aku udah kasih bayarannya, kok ga dapet barangnya?”. Eh terus dia lapor polisi, bilang kalo ada orang yang udah dibayar tapi ga ngelakuin kewajibannya, dan dia kasih foto dewanya ke polisi. Langsung lah ditempeleng. Hahaha

Ketika PK sudah benar2 melakukan semua ritual agama yang dia tahu, dia mulai mempertanyakan, mengapa Tuhan ga dengar panggilannya dan semua ritual2 yang dijalani. Gue sangat terkesan waktu dia protes sama Mr. Tapaswi saat Mr. Tapaswi lagi ceramah. Jadi ceritanya, si Mr Tapaswi ini tuh pemuka agama gt yang punya banyak follower. Saat itu, seorang kakek bertanya pada Mr. Tapaswi, bagaimana caranya agar istrinya bisa sembuh (istrinya udah ke dokter terus dokter udah angkat tangan). Taunya, Mr Tapaswi minta kakek pergi ke himalaya 4000 km nun jauh di sana buat beribadah pada Tuhan.

PK pake helm kuning. Katanya, warna kuning bikin gampang narik perhatian.
Jadi PK pake warna kuning buat narik pehatian Tuhan :P
Langsung lah disemprot sama PK. Dia langsung tanya, “Kita semua anak2 Tuhan bukan? Kalau anakmu sakit, kamu langsung sembuhin, atau suruh anakmu pergi ke rumah lain yang jauhnya 4000km di sana?”. Ritual2 keagamaan yang nonsense spt itu PK sebut dengan “Wrong number”, karena dia anggep bahwa pemuka2 agama yang ‘sesat’ itu ga terhubung ke ‘nomer’ Tuhan yang benar.

Dan adegan yang paling gue suka, orang-orang jadi pada mengevaluasi ritual2 yang suka mereka jalani. Contohnya, ada bapak2 yang protes karena dia disuruh masuk Kristen biar ga masuk neraka. Lantas dia bilang. lah kalo Tuhan mau saya jadi orang Kristen, saya pasti sudah dilahirkan di keluarga Kristen. Dan banyak lagi pemikiran2 kritis orang2 mengenai ritual agamanya.

Selama di dunia, PK pakai baju yang dia curi dari "Dancing Car'"
kita sih biasanya nyebutnya "mobil goyang". wkwkwkw
So I think, I’ve learned a lot through these films, especially about the true faith. That faith is not only about religion and its rituals, that we don’t need to protect God (well, since we are much much smaller than Him), that who are we to judge people with different religions.

PK ended his arguments with Mr Tapaswi in a very impressive quote “There are two gods in this world. One is who creates us all, the other one is the one who create by people. We know nothing about the God who creates us all. But the god created by people like you (Mr. Tapaswi), is exactly like you. Liar, pretend to act, giving false promises.”

So, back to myself, apakah gue udah menyembah ke Tuhan yang benar? Atau jangan-jangan, gue masih terus menghubungi ‘wrong number’, the god which created by myself? Apakah gue masih senewen terus sok2 ngebelain Tuhan waktu Tuhan dihina? Atau gue masih ngejudge orang yang menganut agama lain?

My right number is very simple. The God who creates us all, put faith in Him. And the god people like you created, destroy it.” –PK

Kamis, 12 September 2013

Kelas Belajar Oky - Koja & Cilincing




Sabtu, 06 Juli 2013

Aku mau ceritain pengalaman mengajar aku kemarin. Kemarin, aku bener2 diajak untuk melihat sisi lain kota Jakarta. Selama ini, aku biasanya berkunjung ke tempat2 mewah di Jakarta, seperti Mal, perusahaan besar, perumahan mewah, bahkan sekolah internasional. Aku tahu kalau ada sisi lain kota Jakarta di balik sisi glamornya sebagai ibukota, tapi aku ga pernah secara langsung pergi ke tempat tersebut dan berinteraksi dengan warganya.

Perjalanan kali ini menyusuri daerah Tanjung Priok. Hmm.. kalau diliat dari peta, jauh juga ya. Dari depok tuh ujung ke ujung banget. Aku sama 3 temenku (Asti, Eki, Fatma) berangkat dari Depok jam 7 pagi naik trans Jakarta. Dari awal udah ga dapet duduk, dan baru sampai di tempatnya jam stgh 12!! Dan, ga enaknya lagi, sebenernya janjian sama anaknya jam 10, jadi pas dateng anak2nya udah pada mau pulang  Untung mereka mau masuk lagi untuk belajar..

Lama bgt di jalan, dan pas jalan kaki menuju lokasi (di Koja), ternyata daerahnya agak banjir, sekitar di atas mata kaki dikit. Daerah Koja cukup padat, dan biasanya masyarakatnya punya usaha mobil derek. Dari segi suku dan agama, menurutku di daerah ini masyarakatnya lebih beragam dibanding tempat mengajar yang lain. Tapi, sekalipun lebih beragam, mereka hidup rukun satu sama lain. Aku titip pesan ke mereka agar meskipun berbeda, mereka harus tetap hidup akur, tidak boleh memilih2 teman karena perbedaan tersebut. 



Sejujurnya, kami sama sekali ga mempersiapkan apa2 untuk pelajaran hari itu. Aku kebagian kelas 1-3 SD. Mereka minta pelajaran matematika dan semanget banget buat belajar. Akhirnya aku minta mereka duduk per kelas (kls 1, 2, 3) terus kasih mereka soal matematika bergantian. Setiap selesai satu soal, aku minta mereka jawab bareng2.  Mereka semanget banget buat jawab, terutama kelas 1 nya. Kelas satu aku kasih soal tambah dan kurang tapi Cuma 1 sampai 10. Kelas 2 nya justru terlihat self-esteemnya rendah. Aku kasih mereka soal tambah dan kurang tapi angkanya sampai puluhan. Waktu dikasih soal yang agak sulit, mereka langsung bilang ga bisa, padahal belum dicoba. Kalau kelas 3, mereka tetap mau coba kerjakan sekalipun jawabannya salah. Contohnya, pas aku minta mereka buat tabel perkalian 3 dan 4, mereka tetap mau coba sekalipun ada yang salah dikit2. Tapi kan yang penting mereka ga mudah menyerah.


Ada satu anak yang pinter matematikanya. Aku lupa namanya siapa, tapi aku baru tau kalau ternyata dia udh naik kelas 4, jadi harusnya bukan aku yg pegang. Tapi dia mau belajar sama aku, jadi aku kasih perkalian yang lebih sulit, perkalian 21x21 sampai 25x25 dan ternyata dia bisa jawab semuanya dengan bener J
Terus, setelah itu, aku ceritain tentang Thomas Alfa Edison. Aku ceritakan kalau Thomas Alfa Edison tuh bukan berasal dari keluarga kaya yang berkecukupan, ia harus berjuang agar bisa sekolah dan bekerja untuk menghidupi keluarganya. Aku pengen anak2 ini tahu bahwa anak seperti mereka yang mungkin hidupnya kurang berkecukupan pun bisa meraih mimpi mereka. Aku juga ingin mereka punya sosok panutan untuk meraih cita-cita mereka. Haha, jadi inget pelajaran di Pelatihan, kan harus ada concrete experience yang membuat terhenyak dan sosok panutan untuk berubah :P